Eramedia Islami

Learning Islam from the beginning

Surat Kepada Pengantin Baru

Written By: Abu Abdallah At-Tablighi - Dec• 02•11

Kepada Sahabatku,

Setya Kurniawan

di Peraduan Nirwana

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokaatuhu,

Pertama-tama kuucapkan, “Selamat Menempuh Hidup Baru”.

Barakallahu laka wa baroka alaiha wa jama’a bainakuma fii khoir”.

(berkah keatasmu dan atas kalian berdua, semoga Allah mengumpulkan kalian dalam kebaikan).

Yang kedua, aku mohon maaf tidak bisa menghadiri pernikahanmu dan pestanya, karena ada masalah yang lebih penting dari itu, tetapi bukan berarti pesta pernikahan itu tidak penting. Tetapi pesta pernikahan berarti berbagi kebahagiaan dengan orang-orang di sekitar kita dan untuk menjadi saksi, bahwa kita sudah menjadi sebuah keluarga.

Sebagai seorang saudara muslim yang baik, aku hanya bisa memberi sepatah dua patah kata nasihat, karena Rasul bilang, “Ad diinun nashihah”, agama itu adalah nasihat.

Setya, bila kamu menikah, kamu harus mengucapkan “Selamat Tinggal Bujangan!”

Dengan menikah berarti kita telah menyempurnakan separuh dari agama ini. Dengan menikah berarti kita menghidupkan sunnah Nabi SAW. Dengan menikah berarti kita belajar menjadi seorang laki-laki yang bertanggung jawab penuh, bukan hanya menjawab bila terjadi sesuatu terhadap keluarga atau orang yang dicintainya, tetapi menanggung segala kesusahan dan penderitaan yang terjadi ketika dalam proses menjalani kehidupan ini.

Setya sahabatku …

Kamu harus menjadi seorang lelaki yang “Setia” sesuai dengan namamu.

Setia kepada pasangan dan keluarga

Setia kepada jalan Allah dan RasulNYA

Setia dalam kondisi apapun, baik suka maupun duka…

Menerima segala kelebihan dan kekurangan istrimu.

Rasul pernah bersabda, “Sebaik-baik laki-laki adalah yang paling baik akhlaknya kepada istrinya” (al-hadits).

Bila suatu saat terjadi, istrimu mengucapkan kata-kata yang kurang berkenan dihatimu, maka “maafkanlah” sebenarnya itulah kata-kata sayang yang belum sempat terucap dari bibirnya.

Bila suatu saat istrimu memujimu, maka anggaplah itu sebagai angin surga yang sangat menyejukkan hatimu dan jangan kamu mengabaikannya.

Bila suatu saat kamu mengalami kesulitan dan kesusahan, jangan lupa untuk mengambil wudlu dengan sempurna, kemudian melakukan sholat dua rakaat bersama istrimu dan sampaikanlah hajatmu kepada Tuhanmu, insya Allah Tuhanmu akan menyelesaikan segala permasalahanmu. Allah berfirman, “Carilah pertolongan dengan sabar dan sholat, sesungguhnya mencari pertolongan dengan sabar dan sholat itu berat, kecuali bagi orang-orang yang khusuk” (Al-Baqoroh:45)

Bila suatu saat kamu menggapai apa yang kamu impikan, jangan lupakan anak-anak yatim, orang-orang lemah disekitarmu, karena doa-doa merekalah dunia ini tetap ada.

Dan jangan lupa menjaga hubungan baik dengan ayah dan ibu mertuamu, karena itulah bapak ibu keduamu yang selalu mengharapkan kebaikan kalian berdua.

Aku bisa mengatakan itu semua, bukan karena aku sudah dua belas setengah tahun mengarungi hidup berumah tangga, tetapi itulah kewajiban seorang muslim kepada saudaranya yang akan mengarungi kehidupan dunia yang keras ini.

Dan jangan lupa pula, bahwa menikah itu adalah untuk melanggengkan keturunan dan menjadikan generasi-generasi penerus agama dan bangsa. Didiklah anak-anakmu secara Islam. Jangan hiraukan omongan tetangga yang tidak rela kamu bahagia. Kelurusan itu bukanlah untuk menyenangkan tetangga atau orang-orang yang syirik kepada kita, tetapi untuk menyenangkan Allah SWT dan RasulNYA SAW.

Istiqomah itu bukanlah hal besar tetapi dilakukan sekali-sekali saja, tetapi hal-hal kecil bermanfaat yang dilakukan berterusan dan kontinyu, yang membuat batu menjadi berlubang, yang menjadikan baja lumer.

Selalu dekati orang-orang sholeh disekitarmu, ambil kebaikan dan ilmunya, dan jangan sampai kamu terjauh darinya, karena itu berarti kamu jauh dari rahmat Allah.

Selalulah berharap dan meminta kepada Allah, jangan berharap kepada makhluk (manusia), karena harapan kepada selain Allah, akan menemui kekecewaan dan penyesalan.

Yang terakhir, lakukanlah segala sesuatu itu karena Allah (Ikhlas) karena ikhlas itu memberatkan nilai timbangan amal, walaupun sedikit ianya. Jangan melakukan sesuatu karena mengharap pujian dan sanjungan dari manusia, karena sanjungan mereka itu, boleh jadi palsu dan akan menjerumuskan kamu dan keluargamu.

Aku tidak bisa memberikan apa-apa kepadamu, selain sekedar untuk membeli panci atau wajan atau peralatan dapur lainnya, dan nasihat ini, yang kuharapkan selalu kau ingat dalam hidupmu, dan menjadikan pegangan dasar dalam kehidupan rumah tanggamu.

Semoga Allah selalu menolongmu dan pasanganmu dan juga keluargamu.. amin.

 

 

 

Wassalamu’alaikum,

Sony Wibisono dan Keluarga

 

 

NB. Salam dari istriku buat istrimu.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>