Eramedia Islami

Learning Islam from the beginning

Di Tunggu Tukang Bubur

Written By: Abu Abdallah At-Tablighi - Nov• 18•11

Seperti biasanya, setiap pagi sekitar jam setengah delapan kurang, aku udah nyampai di depan Giant Serpong, nyebrang sebentar melewati macetnya mobil di perempatan jalan pahlawan seribu serpong. Setelah melewati halte aku bermaksud mau langsung masuk ke German Center, tetapi…

Masya Allah…

Di sana kulihat si tukang bubur lagi menunggu sesuatu, menunggu pembeli pastinya, atau menunggu ku, karena seminggu yang lalu di hari yang sama aku beli bubur sama dia, dan waktu itu uangku tidak ada kembaliannya, hanya uang seribu limaratus perak tersisa di dompetku. Jadi, aku masih punya utang seribu limaratus sisanya.

Aku tidak tahu apa yang dia tunggu. Diriku atau memang dia menunggu pembeli. Bila memang dia menunggu ku selama seminggu ini, sungguh kasihan sekali dia, selama seminggu ini menunggu uang, yang mungkin bagiku tak berarti, tetapi bagi dia, mungkin sangat berharga. Ya Allah, alangkah berdosanya aku, menunda-nunda kebutuhan orang yang memang berhak menerimanya.

Aku pernah mendengar seorang Ustad berkata bahwa, “Bila seseorang menyusahkan saudaranya sesama muslim di dunia ini. Maka nanti di akhirat hisab (perhitungannya) akan lebih susah dan berat. Tetapi barang siapa memudahkan urusan saudaranya sesama muslim di dunia ini, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat, bahkan akan diberikan darinya 73 khasanah (kebaikan) dan satu kebaikan itu diberikan di dunia, dan 72 khasanah diberikan di Akhirat.” Aku tidak tahu hadits ini shahih atau dhoif, tetapi yang jelas menurut logika adalah pernyataan itu sangat adil dan logis.

Bahkan di ceritakan dalam sebuah riwayat, ketika itu Sayidina Abubakar Ash-Shiddiq RA sedang iktikaf di masjid nabawi, kemudian ada seseorang memanggilnya karena butuh bantuannya, tetapi Abubakar enggan, karena saat itu sedang iktikaf di bulan ramadhan. Tetapi ketika itu Rasulullah SAW melewati beliau dan berkata,” Wahai Abubakar, bila seseorang menunaikan hajat saudaranya sesama muslim, maka akan mendapatkan pahala sepuluh tahun iktikaf” (Al-Hadits). Mendengar sabda Rasulullah SAW ini, Abubakar langsung berdiri dan mencari orang yang tadi memanggilnya. Sejak saat itu, Abubakar RA tidak pernah menolak jika seseorang membutuhkan jasanya.

Demikian saudara ahwat dan ikhwani fillah. Pelajaran yang berharga dari si Tukang Bubur. Saya berharap dia menjadi orang yang taat, sehingga walaupun menjual bubur, tetep istiqomah menjaga agamanya. amin.

Wassalam,

Admin

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>