
Protes Pembakaran Qur'an di Afghanistan
Washington Post pagi ini memberitakan 9 orang tewas akibat protes pembakaran Al-Qur’an oleh salah seorang serdadu di Pangkalan Angkatan Udara Amerika di Bagram pada hari senin yang lalu. Ribuan orang turun ke jalan dan memprotes tindakan personel AU tersebut yang mencederai kesucian kitab Al-Qur’an.
Sejak protes terjadi sudah tidak kurang dari 20 orang yang meninggal baik dari kalangan pemrotes maupun polisi afghanistan.
Hal ini sangat kontras dengan berita di CNN yang meliput pesta penghargaan Oscar. Ribuan Dollar Amerika bahkan jutaan Dollar dihabiskan dalam acara ini.
Allah SWT menciptakan keadaan dan suasana. Termasuk keadaan dunia yang penuh dengan dinamika. Dan semakin hari manusia terlena dengan kemewahan yang ada di dalamnya.
Banyak manusia yang tersesat dan mengganggap bahwa kehidupan dunia adalah segala-galanya, dan menganggap bahwa kehidupan akhirat adalah fatamorgana dan kehidupan yang diciptakan oleh para spiritualis atau tokoh agama untuk kepentingannya saja.
Lihatlah bagaimana gereja-gereja di belahan negara lain ataupun di Indonesia, lihatlah kiayi dan tokoh ulama yang ada di Indonesia, semuanya berlomba-lomba membangun dunia ini. Yang nantinya, mau atau tidak mau akan di hancurkan oleh Allah SWT.
Apakah ulama-ulama itu tidak tahu, ataukah memang buta mata hatinya, wallahu a’lam bishowab. Sebagai orang awam yang hanya memiliki kerisauan terhadap ummat. Saya prihatin akan kondisi ummat saat ini yang sudah tidak memiliki malu lagi dalam melakukan maksiat. Bahkan dengan terang-terangan tidak sholat jum’at sudah menjadi kebiasaan yang ada sekarang ini. Lebih memberati bangunan yang sementara daripada bangunan yang kekal di akhirat.
Puasa ramadhan dan Idul Fitri hanyalah rutinitas tahunan tanpa makna. Berani kepada orang tua dan ulama sudah menjadi tradisi. Istri tidak lagi menghormati suaminya lagi.
Kepatuhan dan kejujuran sudah menjadi barang langka di negeri ini. Para koruptor seolah berjaya, dengan segala kuasa hartanya dia membeli hukum dan menindas serta memperalat negara demi kepentingannya.
Yaa Allah, tolonglah kami dari tenggelam kepada lautan dunia yang menipu. Yang bila diminum malah bertambah haus. Jika diharapkan sering mengecewakan.